One Day One hadist (ODOH 238) Mengangkat Tangan Ketika Takbir

One
Day One hadist (ODOH 238)

 Mengangkat Tangan Ketika Takbir

‫ عَنْ عَبْدِ الله بْنِ
عُمَرَ رضيَ الله عَنْهُمَا: أنّ النَّبيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وسَلمَ كَانَ
يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إذَا افْتَتَحَ الصَّلاةَ، وَإذَا كبر
لِلرُّكوعِ، وَإذَا رَفَعَ رَأسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفعَهُمَاِ كَذلِك، وقَال :
سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَتا وَلَكَ الْحَمْدُ. وَكَان لاَ يَفعَلُ ذلِكَ
في السُّجودِ.‫

Dari Abdullah Bin Umar rodhiyallahu ahnhuma , sesunnguhnya Nabi shalallahu
‘alaihi wasallam senantiasa mengangkat kedua tangannya setinggi pundak ketika
membuka shalatnya ( takbiratul ihram). Begitu juga ketika ruku, dan bangkit
dari ruku’ beliau mengangkat kedua tangannya juga dan berkata sami’allahu liman
hamidah robbana walakal hamdu (allah mendengarkan orang yg memujinya ya rabb
kami bagimu segala pujian ) dan beliau tidak mengangkat kedua tangannya ketika
(bangkit dari )  sujud (Mutafaqun Alaihi )

Pendapat Para Ulama’  :

Para ulama bersepakat akan disyari’atkannya mengangkat kedua tangan 
ketika TAKBIRATUL IHRAM berdasarkan dalil2 yg mutawaatir yg telah diriwayatkan
oleh 50 sahabat nabi dan diantara mereka 10 orang yg mendapatkan kabar gembira
masuk surga.

Akan tetapi para ulama berbeda
pendapat apakah mengangkat kedua tangan diselain takbiratul ihram :

A. Jumhur Sahabat Nabi dan para tabi’in , dan diantaranya 2 imam , imam syafi’i
dan imam ahmad, berpendapat disunnahkan mengangkat tangan di 3 tempat yg disebutkan
dalam hadist diatas,

Berkata Ibnu Madani : hadist ini
merupakan hujjah/dalil bagi setiap orang,  barang siapa telah mendengarkan
hadist ini maka hendaklah diamalkan dlm shalatnya.

Berkata ibnu Qayyim. : hadist
ttg  Rasulullah mengangkat tangan di 3 tempat diriwayatkan oleh 30
sahabat, Dan telah sepakat tentang riwayat ini ada 10.

Berkata Al hakim : tidaklah kami
mengetahui suatu sunnah yg telah disepakati hadist/riwayatnya oleh 4 khulafaur
Rasyidin kemudian 10 sahabat dan orang2 setelahnya dari para pembesar Sahabat
Nabi kecuali sunnah (mengangkat tangan ) ini.

Dan telah diriwayatkan dr imam Ahmad,
dan dipilih oleh Al majid, dan cucunya syeikhul islam ibnu Taimiyyah dan
pengarang Al Faiq dan Al Furu’ , dipilih oleh Guru kami Syeikh Abdurrahman As
Sa’diy dan diriwayatkan oleh imam syafi’ii dan sebagian pengikutnya serta
segolongan ahlul hadist ; bahwasannya mengangkat ke2 tangan disunnahkan juga di
tempat ke 4 yaitu ketika bangun / berdiri dari tasyahud awal disetiap shalat yg
memiliki 2 tasyahud dgn Dalil sbb :

لما روي البخاري عن
ابن عمر: أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يفعله

.1. Hadist yg diriwayatkan imam
bukhari dari hadistnya ibnu umar bahwasannya Rasulullah melakukan yg demikian
itu .

‫ولما في حديث أبي حميد عند أبي داود، والترمذى وصححه: ” ثم إذا
قام من الركعتين، رفع يديه حتى يحاذى بهما منكبيه “.

2. Hadist yg diriwayatkan Abu Hamid dalam sunan abu dawud dan Tirmidzi dan
beliau menshahihkannya ” kemudian jika (Rasulullah) berdiri dari rakaat
kedua (setelah tasyahud awal) beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan
pundaknya .

B . Imam Malik dan riwayat yg mashur dari beliau dan Abu Hanifah 
berpendapat  : ” tidak disunnahkannnya mengangkat kedua tangan
kecuali ketika takbiratul ihram saja.

Mereka berdalil sbb :

 حديث البراء بن عازب
عند أبي داود ” رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا افتتح الصلاة، رفع
يديه، ثم لم يعد

1.Hadist Bara’ bin Azib dalam sunan abu Dawud ” aku melihat Rasulullah
jika memulai shalatnya dgn mengangkat kedua tangannya dan tidak mengulanginya kembali
(dilain tempat)

Al hafidz sepakat bawasanya kata ” tidak mengulangi kembali ”
merupakan perkataan yazid ibnu abu ziyad salah satu rawi hadist.

.‫ما روى عن ابن مسعود، عنـد أحمد، وأبي داود، والترمذيٍ
“لأصليَنَّ لَكُمْ صَلاةَ رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم، فَصَلى فَلَم
يَرْفعْ يَدَيْهِ إِلا مَرة وَاحِدَةً ” حسنه الترمذي، وصححه ابن حزم. ولكنه
لم يثبت عند ابن مبارك، وعده ابن أبي حاتم خطأ،

2.Hadist nya Ibnu Mas’ud yg diriwayatkan imam ahmad, abu dawud, dan tirmidzi
” sungguh aku akan shalat dihadapan kalian  sebagaimana Rasulullah
shalat, maka beliau shalat dan tidaklah beliau mengangkat tangan kecuali sekali
saja (ketika takbiratul ihram pent.) Hadist ini dihasankan imam tirmidzi dan
dishahihkan ibnu hazm, akan tetapi tidak stabit menurut ibnu mubarok dan ibnu
abi hatim mengangap hadist ini salah. Dan dengan jelas Abu dawud mengatakan
bahwasannya hadist dengan lafadz ini tidak shahih   (Wallahualam)

Dari Perbedaan pendapat para ulama diatas dapat kita tarik kesimpulan
bahwasannya disunnahkan mengangkat kedua tangan di 4 tempat dalam shalat :

1. Ketika takbiratul ihram
2. Ketika ruku’
3. Setelah ruku’ / bangun dr ruku’
4. Ketika bangun dr rakaat kedua/tasyahud awal .

Makna dan Faedah Hadist :

1. Diisyariatkannya mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram dengan
ijma’ para ulama dan ketika ruku’, bangkit dr ruku’ menurut jumhur ulama’.

2. Hendaklah mengangkat tangannya hingga pundaknya sebagaimana hadist tsb
diatas (kadang sampai daun telingga ) .

3. Rasulullah tidak mengangkat kedua tangannya ketika bangun/bangkit dari sujud
.

4. Hikmah Allah itu banyak dan ulama sepakat sesungguhnya mengangkat kedua
tangan merupakan ibadah tangan, dan sebagian ulama mengungkapkan beberapa
hikmah yg lainnya all :
A.  yang demikian itu merupakan hiasan dalam shalat,
B. yg demikian itu menghilangkan penghalang kelalaian seorang hamba dalam
beribadah dihadapan Allah,
C. Untuk mengerakkan hati dengan gerakan anggota badan.
D. Imam syafi’i mengatakan ” yg demikian itu  untuk mengagungkan
Allah dan mengikuti sunnah Rasulillah
Tidak ada pertentangan diantara hikmah2 diatas krn sesungguhnya dalam syari’at
Allah itu banyak sekali hikmah2 dan rahasia2 yg tidak kita ketahui, dan kita
wajib berserah diri tunduk  dan  taat kepada Allah dalam segala
hikmah dalam syari’at Allah yg kita tidak ketahui.

و
الله أعلم بالصواب

Dinukil dr : Kitab Taisirul ‘Alam syarah ‘Umdatul Ahkam, Karya Abdullah Shalih
Alu Bassam, Kitab As Sholat, Bab Sifat Shalat Nabi , hadist no : 80  Jilid
1, hal: 134-136, Cet. Maktabah Ar Rossyid Riyadh – KSA

‫سُلَيْمَان اَبُوْ شَيْخَه
287302DE / 2837AECC  

‫أَسْعَدَ اللّهُ اَيَّامَكُمْ

Semoga Allah menjadikan hari-hari kalian
penuh kebahagian .
Kategori : One Day One Hadist
Ustadz Sulaiman Abu Syeikha
Sumber : http://abusyeikha.blogspot.com/2015/04/one-day-one-hadist-odoh-238-mengangkat.html

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
Riyadhush Shalihin Bab 53 7-10 | Ustadz Mochamad Taufiq Badri Lc
Tafsir Surat adh Dhuha 11 | Ustadz Mochamad Taufiq Badri, Lc.
Riyadhush Shalihin Bab 53 Hadits 1-6 | Ustadz Mochamad Taufiq Badri, Lc.
Tafsir Surat Adh Dhuha 8-10 | Ustadz Mochamad Taufiq Badri, Lc.
Kajian Ilmiyyah Rutin Masjid Al-Khoyr Al-Islamy
Jadwal Kajian Rutin di Magetan
Alternatif Bagi Yang Dzikir Secara Tergesa-gesa
Sembilan Faedah Surat al-Fatihah (2)
Sembilan Faedah Surat al-Fatihah (1)
Faedah Seputar Basmalah
Apa yang Dibutuhkan Oleh Hati
Jeleknya Orang yang Meninggalkan Shalat
Jangan Mencela Masa
Jangan Merasa Tinggi dan Angkuh
Pendaftaran Santri Baru Ponpes Tahfidz El Hafizh
Penerimaan Santri Baru Angkatan IV Ponpes Tahfidz El Hafizh
Penerimaan Santri Baru SMP Tahfidh El Hafidh – gelombang 2
Penerimaan Santri Baru SMP Tahfidh El Hafidh
Menuai Adab dari Kisah Para Ulama
Pembelajaran Sekolah Alam Sahabat Teladan
PPDB Sekolah Alam Sahabat Teladan TA 2022 – 2023
Mulai Chat
1
Butuh Bantuan?
Ahlan.. Hubungi kami apabila ada yang ditanyakan.