ONE DAY ONE HADIST ( ODOH- 214 ) BOLEHKAH WANITA MENGHADIRI SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID ?

.

عَنْ عَبْدِ الله بنِ عُمَرَ رَضيَ الله عَنْهُمَا عَنِ النبيِّ صَلى الله
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِذَا استَأذَنت أحَدكُمُ امرأته إلى المسجد
فَلا يَمْنَعْهَا ” قال: فقال بلال بْنُ عَبْدِ الله: والله
لَنَمْنَعُهُنَ. قالَ: فأقبل عَلَيْهِ عَبْدُ اللّه فَسَبَهُ سَبّاً
سَيّئاً، ما سَمِعْتُهُ سَبهُ مِثْلَهُ قَط، وَقال: أخْبِرُكَ عن رَسُول
اللّه صلى الله عليه وسلم وتقول: والله لَنمنَعُهُن؟!.


“ dari
Abdullah bin umar dari nabi shalallahu ‘alaihi wasalam beliau bersabda :
“ Apabila istri salah seorang dari kalian minta idzin untuk pergi
kemasjid, maka janganlah engkau melarangnya” kemudian Abdullah bin umar
berkata “ dan berkatalah Bilal bin Abdillah ( anaknya ) Demi Allah aku
akan melarang mereka, kemudian Abdullah Bin Umar membalikkan wajahnya
kepada Bilal lalu mencelanya dengan cacian yang jelek, yang saya tidak
pernah mendengar celaan sejelek itu , kemudian Abdullah bin Umar brkata :
“aku kabarkan kepadamu dari rasulullah sedangkan kamu mengatakan “
Demi Allah aku akan melarang mereka ‘ 

وفي لفظ لـ ” لمسلم “: ” لا تَمْنَعُوا إمَاءَ الله مَسَاجِدَ الله “.

 Dan dalam lafadz Muslim Rasulullah bersabda “ janganlah engkau larang
hamba-hamba Allah pergi kemasjid Allah ( ketika minta idzin untuk pergi
kemasjid)

 Makna dan Faedah Hadist :

 1. Dianjurkan
seseorang istri meminta idzin kepada suaminya ketika hendak shalat ke
masjid jika ia ingin shalat berjama’ah di masjid .

2. Seorang
wanita / istri diidzinkan pergi kemasjid jika dia memakai hijab /pakaian
yang syar’i dan tidak menggunakan perhiasan/minyak wangi serta
diperkirakan aman dari fitnah sebagaimana telah shahih dalam
hadist-hadist yang lain.

 3. Namun sebaiknya seorang wanita/istri shalat di rumah-rumah mereka sebagaimana disebutkan dalam hadist berikut ini : 

لا تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمْ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ.
(رواه أبو داود في سننه باب ما جاء في خروج النساء إلى المسجد : باب
التشديد في ذلك . وهو في صحيح الجامع 7458)

 “Jangan kalian
melarang isteri-isteri kalian shalat ke masjid. Akan tetapi rumah-rumah
mereka lebih baik bagi mereka.” (HR. Abu Daud, dalam sunannya, tercantum
dalam kitab Shahih Al-Jami, 7458)

 Bahkan, semakin shalatnya
di tempat lebih tertutup dan lebih menyendiri, hal itu lebih baik lagi.
Sebagaimana sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam: “Shalat seorang
wanita di ruang tidurnya lebih baik dibandingkan shalatnya di ruang
tengah. Dan shalatnya di ruang kecil di rumahnya, lebih baik
dibandingkan shalatnya di ruang tidurnya.” (HR. Abu Daud dalam kitab
sunan, tercantum dalam kitab Shahih Al-Jami’, no. 3833)

 Dan juga hadist lain :
.
وعن أُمِّ حُمَيْدٍ امْرَأَةِ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ أَنَّهَا
جَاءَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّ الصَّلاةَ مَعَكَ قَالَ قَدْ عَلِمْتُ
أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاةَ مَعِي وَصَلاتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ
مِنْ صَلاتِكِ فِي حُجْرَتِكِ وَصَلاتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ
صَلاتِكِ فِي دَارِكِ وَصَلاتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ
فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ
صَلاتِكِ فِي مَسْجِدِي قَالَ فَأَمَرَتْ فَبُنِيَ لَهَا مَسْجِدٌ فِي
أَقْصَى شَيْءٍ مِنْ بَيْتِهَا وَأَظْلَمِهِ فَكَانَتْ تُصَلِّي فِيهِ
حَتَّى لَقِيَتْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ . رواه الإمام أحمد ورجال إسناده
ثقات

 Dari Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Sa’idy,
sesungguhnya beliau datang (menemui) Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam
dan bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka shalat bersama
anda engkau. Beliau menjawab: “Sungguh aku mengetahui bahwa engkau suka
menunaikan shalat bersamaku, akan tetapi shalatmu di kamar tidurmu lebih
baik dibandingkan shalatmu di ruang tengah rumahmu, dan shalatmu di
ruang tengah rumahmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid khusus
rumahmu, dan shalatmu di masjid khusus rumahmu, lebih baik dibandingkan
shalatmu di masjid di sekitar masyarakatmu, dan shalatmu di masjid
sekitar masyarakatmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjidku.
Kemudian dia (Ummu Humaid) minta dibangunkan baginya masjid (tempat
shalat) di tempat paling ujung rumahnya dan paling gelap. Maka beliau
shalat di sana sampai bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla (wafat).” (HR.
Ahmad, para perawinya tsiqah/terpercaya)
.

 4. Jelas sekali
bahwsaannya bolehnya minta idzin tersebut hanya untuk shalat, adapaun
untuk mendengarkan peringatan ketika shalat ‘ied maka wajib bagi mereka
untuk menghadirinya, sebagaimana hadist Ummu Atiyyah “ Rasulullah
memerintahkan kami ( kaum wanita ) untuk keluar pada dua shalat Ied
walaupun mereka berhalangan karana haid.
.
5. Kerasnya
pengingkaran terhadap orang yang menentang sunnah Rasulullah ,
(sebagaimana Ibnu Umar mengingkari putranya Bilal ( dalam riwayat hanya
disebutkan Ibnu Abdillah ), dimana bilal melihat zaman beliau sudah
berubah tidak lagi seperti zaman rasululllah dimana semakin banyak
wanita yang keluar rumah dengan segala macam perhiasan dan
wangi-wangiannya , maka beliau ( bilal ) Merasa cemburu atas perilaku
wanita tersebut , sama sekali bukan dalam rangka menentang sabda
rasulullah / syari’at islam namun ayahnya memahami bahwa putranya ingin
menentang hadist/sunnah Rasulullah , sehingga beliau benci kepada
Anaknya karena Allah dan Rasulullah)
.
Maka bagaimana
seandainya Ulama Salaf Terdahulu melihat wanita sekarang dimana mereka
menampakkan bentuk-bentuk tubuhnya, mereka berpakaian namun pada
hakekatnya adalah telanjang, dan mereka pergi kemasjid dengan sengaja
memilih pakaian yang paling bagus dan memakai wangi-wangian , pakaian
mereka ketat dan tipis sehingga nampak bentuk tubuhnya, dadanya,
pantatnya, kemudian kepala mereka ditutupi dengan kain yang tipis dan
kecil sehingga menimbukan fitnah karena tampak kecantikan dan kosmetik
yang mereka gunakan untuk diperlihatkan kepada orang lain dan wanita ini
senantiasa pergi ke tenggah kaum / keramaian laki-laki dan menampakkan
apa yang ada pada dirinya sedangkan Rasulullah bersabda : Setiap wanita
yang menggunakan wewangian, kemudian ia keluar dan melewati sekelompok
manusia agar mereka dapat mencium bau harumnya, maka ia adalah seorang
pezina, dan setiap mata itu adalah pezina.” (Riwayat Ahmad, an-Nasa’i,
dan al-Hakim dari jalan Abu Musa al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu)
.
Kalau para ulama terdahulu melihat mereka akan tahu bahwa keluarnya
wanita ini semata-mata hany auntuk membuat kerusakan mereka benar-benar
tidak akan mengidzinkan istri-istriny kelaur rumah bahkan menyuruh
istrinya untuk tinggal didalam rumah dan sangat menyedihka bahwa saat
ini Hilangnya kecemburuan terhadap islam dari para wali-wali dan orang
tua wanita zaman ini tidak ada lagi yang memperdulikan pakaian, aklaq
dan tingkah laku istri dan anak-anak gadisnya dan nasehat tidak lagi
terdengar waliyadhu billlah .
.
6. Orang yang mendengarkan
hadist dan hendak menerangkan hadist rasulullah sepantasnya adalah
sesui dengan makna yang diinginkan , dan hendaklah menjelaskan
keterangan itu dengan adab, ihtirom ( rasa hormat ) dan sebaik-baiknya
penjelasan.

,و الله أعلم بالصواب

Dinukil dr :
Kitab Taisirul ‘Alam syarah ‘Umdatul Ahkam, Karya Abdullah Shalih Alu
Bassam, Kitabus Sholat Bab Khudur An Nisa’ Al Masjid hadist no 58,
Jilid 1, hal : 99- 100, Cet. Maktabah Ar Rossyid Riyadh – KSA

سُلَيْمَان اَبُوْ شَيْخَه
2837AECC / 287302DE

أَسْعَدَ اللّهُ اَيَّامَكُمْ
Semoga Allah Ta’alaa menjadikan hari-harimu penuh dgn kebahagiaan
Sent from BlackBerry®

Kategori : One Day One Hadist
Ustadz Sulaiman Abu Syeikha
Sumber : http://abusyeikha.blogspot.com/2015/02/one-day-one-hadist-odoh-214-bolehkah.html

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
Riyadush Shalihin Bab 51 Hadist 15-16
Tafsir Juz Amma al Ghasyiyah 4-8
Riyadush Shalihin Bab 51 Hadits 10-14
Tafsir Juz Amma Surat al Lail 8 9
Kajian Ilmiyyah Rutin Masjid Al-Khoyr Al-Islamy
Jadwal Kajian Rutin di Magetan
Alternatif Bagi Yang Dzikir Secara Tergesa-gesa
Sembilan Faedah Surat al-Fatihah (2)
Sembilan Faedah Surat al-Fatihah (1)
Faedah Seputar Basmalah
Apa yang Dibutuhkan Oleh Hati
Jeleknya Orang yang Meninggalkan Shalat
Jangan Mencela Masa
Jangan Merasa Tinggi dan Angkuh
Pendaftaran Santri Baru Ponpes Tahfidz El Hafizh
Penerimaan Santri Baru Angkatan IV Ponpes Tahfidz El Hafizh
Penerimaan Santri Baru SMP Tahfidh El Hafidh – gelombang 2
Penerimaan Santri Baru SMP Tahfidh El Hafidh
Menuai Adab dari Kisah Para Ulama
Pembelajaran Sekolah Alam Sahabat Teladan
PPDB Sekolah Alam Sahabat Teladan TA 2022 – 2023
Mulai Chat
1
Butuh Bantuan?
Ahlan.. Hubungi kami apabila ada yang ditanyakan.