ODOH (Kumpulan Hadist Thaharah )

KUMPULAN HADIST BERSUCI / THAHARAH

Alhamdulillah , segala puji bagi
Allah Ta’alaa atas karunianya , shalawat serta salams semoga tercurahkan kepada
Uswah dan junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam.

Berikut ini merupakan kumpulan
hadist-hadist yang sebenarnya merupakan materi yang ana kirimkan harian  kepada kontak BlackBerry melalui Broadcast
Masagges yang ana beri judul One Day One Hadist 
( ODOH ) , dimana hadist tersebut ana kirimkan tiap sore hari
disela-sela jam istirahat sepulang dari bekerja , kadang hadist tersebut
disertai  penjelasan atau kesimpulan
hadist yang ana nukilkan dari kitab syarah hadist seperti Syarah Shahih Muslim
nya Imam Nawawi, Fathul Bari’ Syarah Shahih Bukhari karya Ibnu Hajar, dan
Taisirul “alam Syarah Umdatul Ahkam Karya Syeikh Abdullah Ali Bassam,  dan kadang kala pula tidak disertai
penjelasan/ kesimpulan hadist tersebut dikarenakan adanya urusan lain, bahkan
kadang libur beberapa hari krn safar atau factor lainnya .

Awalnya tiada niat untuk
mengumpulkan dalam satu postingan , namun dikarenakan adanya permintaan dari
beberapa kontak BB yang ingin menyimpanya atau mereka ketinggalan materi ODOH
karena BB-nya error, maka dengan Bismillah mulai ana kumpulkan dalam
satu postingan walaupun tidak berurutan dan sudah banyak  karena ODOH Sudah lebih dari 100 hadist namun
tiada kata terlambat untuk mengumpulkan hadist – hadist tersebut 

Islam Mengajarkan Kesucian Dan Kebersihan

 أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ
عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ
قِيلَ لَهُ قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ
شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ قَالَ فَقَالَ أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا أَنْ
نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ
بِالْيَمِينِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ
أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ بِعَظْم

 Telah mengabarkan kepada kami Abu Muawiyah dari al-A’masy dari Ibrahim
dari Abdurrahman bin Yazid dari Salman dia berkata, “Ditanyakan kepadanya,
‘(Apakah) Nabi kalian telah mengajarkan segala sesuatu hingga adab beristinja?
‘ ‘Abdurrahman berkata, “Salman menjawab, ‘Ya. Sungguh dia telah melarang
kami untuk menghadap kiblat saat buang air besar, buang air kecil,
beristinja’*  dengan tangan kanan, beristinja’ dengan batu kurang dari
tiga buah, atau beristinja’ dengan kotoran hewan atau tulang’.”. ( HR.
Muslim (385), Abu Dawud (6), At thirmidzi (16), An Naasai (41), Ahmad
(2259,22604) Malik (407))

Keterangan :

*Istinja’ adalaah membersihkan kotoran setalah
BAK / BAB , jika tidak ada air boleh mengunakan batu, tissu, atau benda kering
lainnya dgn bilangan ganjil minimal 3 batu,  akan tetapi tidak boleh
mengunakan tulang , kotoran hewan yg sudah kering , krn 2 hal tsb makanan jin .

10 Kesucian / Sunanul Fitrah

عَنْ طَلْقِ بْنِ حَبِيبٍ عَنْ
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ
وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ
الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ
وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ
إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ زَادَ قُتَيْبَةُ قَالَ وَكِيعٌ انْتِقَاصُ
الْمَاءِ يَعْنِي الِاسْتِنْجَاءَ و حَدَّثَنَاه أَبُو كُرَيْبٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ
أَبِي زَائِدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ شَيْبَةَ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ
مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ قَالَ أَبُوهُ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَة

          Dari Thalq bin habib dari Abdullah bin
az-zubair dari Aisyah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Ada sepuluh perkara dari fitrah;

1. mencukur kumis,
2. memanjangkan jenggot,
3. bersiwak,
4. beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung),
5. memotong kuku,
6. bersuci dengan air,
7. mencabut bulu ketiak,
8. Mencukur bulu kemaluan dan
9. Beristinja’ dengan air.”

Zakariya berkata, Mush’ab berkata, “Dan aku
lupa yang kesepuluh, kecuali ia adalah 10. berkumur-kumur.” Qutaibah menambahkan,
” Waki’ berkata, ‘Bersuci dengan air maksudnya beristinja’.” Dan
telah menceritakannya kepada kami Abu Kuraib telah mengabarkan kepada kami Ibnu
Abu Zaidah dari bapaknya dari Mush’ab bin Syaibah dengan sanad ini, seperti
hadits tersebut, hanya saja dia menyebutkan, “Bapaknya berkata, ‘Dan saya
lupa yang kesepuluh.’ (HR. Muslim (384), Abu Dawud (49), At Tirmidzi ((2681),
Ibnu Majah (289, 290) Ahmad (290)).

Keutamaan Berwudhu Diwaktu Yg Tidak Disukai

حَدَّثَنَا
إِسْمَعِيلُ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى
مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى
يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ
الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ
فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مُوسَى الْأَنْصَارِيُّ
حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ جَمِيعًا عَنْ الْعَلَاءِ
بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَيْسَ فِي حَدِيثِ شُعْبَةَ
ذِكْرُ الرِّبَاطِ وَفِي حَدِيثِ مَالِكٍ ثِنْتَيْنِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ
فَذَلِكُمْ الرِّبَاط

Telah menceritakan kepada kami Ismail telah mengabarkan kepada kami Al Ala’
dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Maukah kalian untuk aku tunjukkan atas sesuatu yang dengannya
Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?” Mereka
menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda:
“Menyempurnakan wudlu pada sesuatu yang dibenci (seperti keadaan yang
sangat dingin pent), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya
setelah shalat. Maka itulah ribath.” Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin
Musa Al Anshari telah menceritakan kepada kami Ma’n telah menceritakan kepada
kami Malik. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far
telah menceritakan kepada kami Syu’bah semuanya dari Al Ala’ bin Abdurrahman
dengan sanad ini. Hanya saja dalam hadits Syu’bah tidak disebutkan, ‘ribath’.
Sedangkan dalam hadits Malik disebutkan dua kali, ‘Itulah ribath, itulah
ribath’.” (HR. Muslim (369), At Thirmidzi (47), An Nasaii (143), Ibnu
Majah (421,768) Ahmad (7404,7654,7678,9269) Malik (348)).

Dosa Berjatuhan Bersama Tetesan Air Wudhu’

أَخْبَرَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي
صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ أَوْ الْمُؤْمِنُ
فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا
بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ
يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ
الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ
كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ
الْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنْ الذُّنُوب

Artinya :
telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Wahab dari Malik bin Anas dari
Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang muslim atau mukmin
berwudlu, lalu membasuh wajahnya, maka keluar dari wajahnya segala kesalahan
yang dia lihat dengan kedua matanya bersama turunnya air wudlu, atau bersama
akhir dari tetesan air. Apabila dia membasuh kedua tangannya, maka keluar dari
kedua tangannya semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya bersama
dengan turunnya air, atau akhir dari tetesan air hingga dia keluar dalam
keadaan bersih dari dosa ( HR. Muslim (182), Sunan Nasai (2,102) Sunan Ibnu
Majah (279), Musnad Imam Ahmad (7667), Mawatha’ Malik (55,56) Sunan Darimi
(712))

Keutamaan Menyempurnakan Wudhu dan Berdoa
Setelahnya.

حَدَّثَنِي
أَبُو عُثْمَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ
كَانَتْ عَلَيْنَا رِعَايَةُ الْإِبِلِ فَجَاءَتْ نَوْبَتِي فَرَوَّحْتُهَا
بِعَشِيٍّ فَأَدْرَكْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَائِمًا يُحَدِّثُ النَّاسَ فَأَدْرَكْتُ مِنْ قَوْلِهِ مَا مِنْ مُسْلِمٍ
يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ
عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ قَالَ
فَقُلْتُ مَا أَجْوَدَ هَذِهِ فَإِذَا قَائِلٌ بَيْنَ يَدَيَّ يَقُولُ الَّتِي
قَبْلَهَا أَجْوَدُ فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُمَرُ قَالَ إِنِّي قَدْ رَأَيْتُكَ
جِئْتَ آنِفًا قَالَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ
فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ
الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

 telah menceritakan kepadaku Abu Utsman dari Jubair bin Nufair dari Uqbah
bin Amir dia berkata, “Dahulu kami menggembala unta, lalu datanglah malam,
maka aku mengistirahatkannya dengan memberikan makan malam. Lalu aku mendapati
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri berbicara kepada manusia. Dan
dari sebagian sabdanya yang aku dengar adalah: ‘Tidaklah seorang muslim
berwudlu lalu menyempurnakan wudlunya, kemudian mendirikan shalat dua rakaat
dengan menghadapkan hati dan wajahnya, kecuali surga wajib diberikan kepadanya.”
Uqbah berkata, ‘Maka aku berkata, ‘Alangkah baiknya ini, ‘ tiba-tiba seorang
pembicara di depanku berkata, ‘Yang sebelumnya adalah lebih bagus’. Saat aku
lihat, ternyata dia adalah Umar.’ Uqbah lalu berkata, ‘Sesungguhnya aku telah
melihatmu datang barusan.” Umar lalu menyebutkan, “Tidaklah salah
seorang di antara kalian berwudlu, lalu menyampaikan wudlunya atau
menyempurnakan wudlunya kemudian dia berdoa

أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُه

 Aku  bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain
Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya melainkan pintu surga
yang delapan akan dibukakan untuknya. Dia masuk dari pintu manapun yang dia
kehendaki’.”  (HR. Muslim 345,lihat juga Sunan Abu Dawud (145,771.
1300)  Sunan Nasai (146)’ Musnad Imam  Ahmad ( 167))

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Kategori : One Day One Hadist
Ustadz Sulaiman Abu Syeikha
Sumber : http://abusyeikha.blogspot.com/2014/10/odoh-kumpulan-hadist-thaharah.html

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
Riyadhush Shalihin Bab 53 7-10 | Ustadz Mochamad Taufiq Badri Lc
Tafsir Surat adh Dhuha 11 | Ustadz Mochamad Taufiq Badri, Lc.
Riyadhush Shalihin Bab 53 Hadits 1-6 | Ustadz Mochamad Taufiq Badri, Lc.
Tafsir Surat Adh Dhuha 8-10 | Ustadz Mochamad Taufiq Badri, Lc.
Kajian Ilmiyyah Rutin Masjid Al-Khoyr Al-Islamy
Jadwal Kajian Rutin di Magetan
Alternatif Bagi Yang Dzikir Secara Tergesa-gesa
Sembilan Faedah Surat al-Fatihah (2)
Sembilan Faedah Surat al-Fatihah (1)
Faedah Seputar Basmalah
Apa yang Dibutuhkan Oleh Hati
Jeleknya Orang yang Meninggalkan Shalat
Jangan Mencela Masa
Jangan Merasa Tinggi dan Angkuh
Pendaftaran Santri Baru Ponpes Tahfidz El Hafizh
Penerimaan Santri Baru Angkatan IV Ponpes Tahfidz El Hafizh
Penerimaan Santri Baru SMP Tahfidh El Hafidh – gelombang 2
Penerimaan Santri Baru SMP Tahfidh El Hafidh
Menuai Adab dari Kisah Para Ulama
Pembelajaran Sekolah Alam Sahabat Teladan
PPDB Sekolah Alam Sahabat Teladan TA 2022 – 2023
Mulai Chat
1
Butuh Bantuan?
Ahlan.. Hubungi kami apabila ada yang ditanyakan.